SMP NEGERI 5 BURU
Website Resmi Sekolah

Angkat minat karir & karir

02 April 2026, 00:50

Menemukan Minat & Karir Untuk Masa Depan

Angkat minat karir

Pentingnya Bimbingan Karier
Bimbingan karier sebagai salah satu bidang layanan bimbingan konseling yang sangat dibutuhkan untuk membantu anak dalam mengembangkan diri secara optimal sehingga dapat merencanakan pencapaian pekerjaan sebagai landasan karier yang seslla dengan kemampuan. Bimbingan karier menjadi penting karena merupakan kegiatan yang mencakup bimbingan kepada siswa dari memilih, menyiapkan diri, mencari dan menyesuaikan diri terhadap karier (Juwitaningrum, 2013). Dengan harapan siswa dapat memahami karakteristik dirinya dalam hal minat, nilai-nilai, kecakapan dan ciri-ciri kepribadian yang mungkin lebih cocok bagi rnereka dengan harapan nantinya siswa dapat menentukan dan meaksanakan kariernya dengan optimal dengan bantuan bimbingan karier yang mana dapat mengidentifikasikan lapangan karier dengan lebih luas.
Bimbingan karier merupakan aspek penting dalam bimbingan perkembangan yang sangat diperlukan sepanjang perkembangan anak sehingga lebih baik jika bimbingan dapat mulai diberikan pada anak sejak masa kanak-kanak atau bahkan sebelun anak masuk sekolah dan dilanjutkan di masa sekolah dasar, hingga melanjutkan di perguruan tinggi, bahkan masih memungkinkan jika diperlukan waktu bagi seseorang yang sudah memasuki dunia kerja, dengan harapan bahwa dengan bimbingan yang diberikan akan membantu dalam penyesuaian diri dengan sifat dan situasi kerja (Haolah, Rohaeti, & Rosita, 2020; Rahmawati, Yusmansyah, & Mayasari, 2020). Melalui teori ini diharapkan dapat menambah wawasan konselor dalam membantu klien memutuskan pilihan karier anak.

Teori Holland
Teori konseling karir yang dikembangkan langsung oleh John L. Holland menjadi salah satu teori ayang paling banyak diteliti dan doterapkan sebagai teori perkembangan. Didasarkan pada premis bahwa faktor-faktor kepribadian mendasari pilihan karir, teorinya mendalilkan bahwa orang memproyeksikan diri pada pandangan dunia dan pekerjaan terhadap jabatan-jabatan sehingga membuat keputusan karier yang memuaskan merupakan orientasi pribadi pilihan mereka. Teori ini seakaan menggabungkan beberapa konstruksi yakni psikologi kepribadian, perilaku kejuruan, dan psikologi sosial, merupakan bagian dari teori persepsi diri dan stereotip sosial.
Penerapan teori Holland, dalam penerapannya akan melibatkan penilaian individu dalam hal dua atau tiga tipe kepribadian yang paling dominan dan kemudian mencocokkan tipe masing-masing dengan aspek lingkungan dari karir potensial. Teori ini memprediksi bahwa semakin tinggi derajat kesesuaian antara karakteristik individu dan pekerjaan maka akan berbanding lurus dengan potensi untuk hasil positif terkait karir, termasuk kepuasan, kegigihan, dan prestasi.
Teori pilihan karir John Holland (RIASEC) menyatakan bahwa dalam memilih karir, individu lebih suka untuk bekerja bersama orang yang mereka anggap serupa dengan diri mereka. Mencari lingkungan yang memungkinkana untuk dapat menggunakan keterampilan dan kemampuan diri sendiri sehingga mampu mengekspresikan sikap dan nilai-nilai mereka, sambil mengambil masalah dan peran yang menyenangkan. Perilaku Yang muncul dari individu ditentukan oleh interaksi antara kepribadian dan lingkungan sekitar.
Elemen Kunci
Holland mengatakan bahwa ada hubungan antara karakter kepribadian, lingkungan dan pekerjaan yang memungkinkan mereka mengasah keterampilan dan kemampuan, serta mengungkapkan sikap dan nilai-nilai yang diyakini oleh individu. Interaksi antara kepribadian dan lingkungan adalah hal yang menentukan karir, hal ini tertuang dalam Theory of Career Choice karya John Holland. "Kami ingin pekerjaan dengan seseorang yang serupa dnegan kami". Holland menegaskan bahwa lingkungan kerja yang optimal dan dapat menghargai satu sama lain biasnaya di isi oleh individu dengan kepribadian yang mirip. Teori karir John Holland dijelaskan dalam 6 elemen sebagai berikut:

Realistic
Realistic: Suka alam bebas, Senang bekerja dengan tangan, membuat, memperbaiki, merakit atau membangun sesuatu, menggunakan dan mengoperasikan peralatan, perkakas atau mesin, Lebih suka bekerja di luar ruangan, Berjiwa praktis.
Keterampilan kunci: Menggunakan dan mengoperasikan peralatan, perkakas dan mesin, merancang, membangun, memperbaiki, memelihara, bekerja secara manual, mengukur, bekerja detail, mengemudi, bergerak, merawat hewan, bekerja terkait tanaman.
Investigative
Investigative: Suka meneliti dan menemukan ide, mengamati, menyelidiki, dan bereksperimen, mengajukan pertanyaan, dan menyelesaikan masalah.
Keterampilan kunci: Berpikir analitis dan logis, menghitung, berkomunikasi dengan berbicara dan menulis, merancang, merumuskan, mendiagnosis, bereksperimen, menyelidiki.
Artistic
Artistic: Suka seni, merangkai kata- kata, musik atau drama untuk berkomunikasi, melakukan, atau mengekspresikan diri, membuat dan merancang sesuatu.
Keterampilan kunci: Mengekspresikan diri secara artistik atau fisik, bercerita, menulis, menyanyi, tampil, merancang, menyajikan, merencanakan, menyusun, bermain, menari.
Social
Social: Suka melatih, mengajar, memberi informasi, suka membantu, mengobati atau menyembuhkan, melayani dan menyapa, peduli dengan kesejahteraan diri dan kesejahteraan orang lain.
Keterampilan kunci: Berkomunikasi secara lisan atau tertulis, peduli, mendukung, melatih, bertemu, menyapa, membantu, mengajar, memberi informasi, mewawancarai.
Enterprising
Enterprising: Suka bertemu orang, memimpin, berbicara, mempengaruhi orang lain, mensupport orang lain, bekerja dalam bisnis.
Keterampilan kunci: mempromosikan dan mempengaruhi, menjual, mengembangkan ide-ide, berbicara di depan umum, mengelola, mengatur, memimpin dan mengambil keputusan, menghitung, merencanakan.
Conventional
Conventional: Suka bekerja di dalam ruangan, bekerja yang melibatkan pengorganisasian dan akurasi, mengikuti prosedur, bekerja dengan data atau angka, bekerja dengan perencanaan dan even.
Keterampilan kunci: Komputasi, pendataan, merekam dan menyimpan catatan, memperhatikan detail, bertemu dan menyapa, melakukan perhitungan, menangani uang, memanajemen, bekerja mandiri.

Pengimplementasian di Sekolah
Pengimplementasian Teori Holland di Sekolah sangat relevan bagi bimbingan karier dan konseling karier di institusi pendidikan pada jenjang pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi (Winkel & Hastuti, 2005). lembaga bimbingan memiliki tugasnya untuk membantu orang muda mengenal diri sendiri dan mengenal ciri-ciri lingkungan, sehingga dengan tekanan yang diberikan pada pemahaman diri sehubungan dengan beberapa kualitas vokasional yang dimiliki seseorang dan pada informasi yang akurat mengenai berbagai lingkungan okupasi, diharapkan dapat menyadarkan lembaga bimbingan akan tugasnya, kedua hal ini sangat diperlukan sebagai masukan dalam memikirkan pilihan okupasi secara matang.
Holland selalu meyakini bahwa suatu minat yang menyangkut pekerjaan dan okupasi merupakan hasil perpaduan dari sejarah hidup seseorang dan keseluruhan kepribadiannya yang mana digunakan mendukung pilihan okupasi secara matang (Tama, 2019; Winkel & Hastuti, 2005). Sehingga pada akhirnya hanya salah satu minat yang mendominasi yang akhirnya menjadi suatu ciri kepribadian dan berupa ekspresi diri dalam bidang pekerjaan, bidang studi akademik, hobi inti, berbagai kegiatan rekreatif dan banyak kesukaan yang lain
Praktisi dapat membantu klien menilai kepentingan dan lingkungan kerja mereka dan memahami hubungan di antara mereka merupakan salah satu implementasi nyata teori Holland untuk konseling karir. Dengan mengembangkan struktur kognitif atau kerangka kerja untuk melihat diri mereka dan pekerjaan sangat membantu banyak orang. Beberapa konselor karir mengatur dan mengimplementasikan karir dan informasi pekerjaan mereka sesuai dengan jenis Holland, menggunakan kode tiga poin yang sesuai dengan jenis yang paling menonjol. Ini memudahkan proses matching interest dan environment

Praktisi dapat membantu klien menilai kepentingan dan lingkungan kerja mereka dan memahami hubungan di antara mereka merupakan salah satu implikasi nyata teori. Cukup mengembangkan struktur kognitif atau kerangka kerja untuk melihat diri mereka dan pekerjaan akan sangat membantu banyak orang. Beberapa konselor karir mengatur dan mereferensi karir dan informasi pekerjaan mereka sesuai dengan jenis Holland, beberapa konselor karir mengatur dan merefrensikan karit dan pekerjaan mereka menggunakan kode tiga poin yang sesuai dengan jenis yang paling menonjol. Ini memudahkan proses matc hing interest dan environment sesuai dengan model pemilihan karir dari holland.

* * *